
Sikat gigi jadi 'Ritual Malam' pelengkap setelah skincare. (foto-foto: dok)
iniSURABAYA.com | JAKARTA – Di tengah tren ritual perawatan kulit malam demi penampilan prima di kalangan masyarakat urban Indonesia, justru ada hal yang memprihatinkan. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 justru mengungkap fakta ironis bahwa hanya 27,8 persen masyarakat Indonesia yang sikat gigi sebelum tidur.
Padahal menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), kebiasaan melewatkan sikat gigi di malam hari adalah ancaman medis yang serius karena saat tubuh beristirahat tidur, rongga mulut mengalami penurunan produksi air liur secara drastis, sehingga menyebabkan bakteri bertumbuh dan berkembang biak sangat pesat di malam hari.
Sisa makanan atau minuman manis yang tertinggal akan memicu pembentukan plak, pengikisan lapisan gigi (enamel), hingga menyebabkan gigi berlubang.
Fakta ini menjadi semakin mengkhawatirkan jika melihat data Global Oral Health Status Report (2022) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencatat bahwa pengobatan dan perawatan kesehatan gigi menempati peringkat ke-3 sebagai domain kesehatan dengan biaya terbesar di dunia, senilai USD 100,87 miliar, tepat di bawah penyakit Diabetes dan Kardiovaskular.
Kelalaian akibat kebiasaan kecil inilah yang pada akhirnya berujung pada pembengkakan biaya pengobatan kuratif di klinik dokter gigi.
















