
Dalam upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinkes Kota Surabaya menggelar ‘Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi’ gratis di seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan se-Kota Surabaya.
Prioritas skrining risiko penyakit menular pada saat ini adalah, penyakit Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, hingga infeksi seksual.
“Dengan deteksi dini tersebut, maka masyarakat bisa melakukan upaya atau konseling apa yang dibutuhkan,” tuturnya.
Rosita menegaskan, sasaran pelayanan ini berlaku untuk semua umur. Mulai balita hingga lanjut usia. Untuk balita dan anak-anak, pelayanan ini dilaksanakan di posyandu dan puskesmas.
Sedangkan untuk remaja, pelayanan ini akan menyasar fasilitas pendidikan, mulia pondok pesantren hingga sekolah-sekolah.
“Teknis pelaksanaanya, nanti dijadwalkan di masing-masing wilayah puskesmas dan kelurahan. Jadi, akan disinergikan untuk lokasi-lokasinya, apakah di pondok pesantren, di asrama, balai RW, atau bahkan perkantoran hingga tempat kerja,” paparnya.
















