Diikuti 64 Tenant, Pasar Malem Tjap Toendjoengan Berlangsung hingga Lebaran

Ragam menu khas nusantara bisa dinikmati pengunjung Pasar Malem Tjap Toendjoengan.
“Untuk itu, panitia memasang sembilan titik billboard. Di antaranya di Sidoarjo, Gresik, Malang, Solo Semarang, Makasar, Balikpapan, dan Bali. Khusus Malang malah dipasang di dua titik,” urai Sutandi yang juga Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim.
Meningkatnya kunjungan konsumen di gelaran Pasar Malem Tjap Toendjoengan, kata Sutandi, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya yang selama ini selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Sutandi mengakui bahwa pembukaan Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2024 itu sekaligus menjadi opening seremoni acara tahunan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2024. “Pelaksanaan SSF tahun ini sengaja dimajukan dari tahun sebelumnya untuk menyambut bulan suci Ramadan,” ungkapnya.
Sebelumnya, acara SSF rutin diadakan menjelang ulang tahun Kota Surabaya, yakni di bulan Mei. “Tetapi karena ada momen Ramadan, kita sepakati untuk memajukan dan mendapat support dari Pemerintah Kota (Surabaya),” imbuhnya.
SSF 2024 didukung oleh 17 pusat perbelanjaan di Kota Surabaya. “Ini kesempatan bagus untuk berbelanja. Karena seluruh mall adu memberikan diskon hingga 70 persen,” cetusnya.

















