
Padu padan wastra nusantara bertema '1001 Malam' di momen gathering komunitas Warisan Nusantara yang diadakan di area lobi Shangri-La Hotel Surabaya.
Lisa tak menepis bahwa warga Kota Surabaya masih jarang yang memakai khimar. “Justru itu. Saya mengajak mereka untuk membiasakan pakai khimar. Agar nyaman dan tetap elegan saya padu padankan dengan aneka bahan, seperti tenun ikat dan batik prada,” imbuhnya.
Lisa mengatakan bahwa koleksi busana muslim ini tak hanya cocok digunakan di bulan Ramadan, namun juga pas untuk kegiatan keseharian di luar bulan Ramadan. “Dengan sedikit padu padan material dan warna style koleksi ini sebenarnya bisa dikenakan dalam acara atau kesempatan khusus di luar Ramadan,” pesannya.
Lisa meyakini ada nilai plus ketika mengenakan material kain-kain unggulan kedaerahan Indonesia. “Auranya beda, lebih berwibawa. Karena itu kita harus bangga dengan wastra nusantara,” cetusnya.
Bagi Lisa, desain busana muslim memberikan tantangan tersendiri karena adanya kaidah-kaidah agama yang harus diikuti, seperti tidak boleh terlalu ketat dan harus menutup aurat dengan sempurna.
“Setiap desain yang saya buat adalah kenyamanan saat dikenakan dan keberlanjutan, dan pastinya ada kebahagiaan tersendiri saat mendesain busana muslim,” ungkapnya.
Di gelaran gathering bertema ‘1001 Malam’ ini, Lisa menghadirkan keindahan budaya Indonesia yang kaya dengan kearifan lokal dan keunikan desain batik. ap
















