
Mainan egrang di area lobi Hotel Morazen dalam rangka peringatan Earth Hour.
Dalam suasana keremangan tersebut, tim kreatif hotel yang terletak di Jalan Kayoon ini mengajak sedikitnya 25 anak-anak kisaran usia 3–11 tahun yang berpartisipasi dalam acara ‘Disconnect to Reconnect’ untuk mengenal suasana pada jaman dahulu serta aktivitas yang dilakukan ketika terjadi pemadaman listrik.
“Kegiatan malam hari ini juga terbuka untuk umum jadi tidak hanya tamu-tamu hotel, namun juga beberapa tamu dari luar hotel yang sebelumnya meliihat informasi acara ini dari media sosial,” ujarnya.
Litania menambahkan bahwa pihaknya senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian alam dan budaya. “Kami percaya bahwa dengan memperkenalkan mainan tradisional kepada generasi Alfa, kami dapat membantu mereka mengerti bahwa kebahagiaan dan kesenangan dapat ditemukan dalam hal-hal yang sederhana dan tidak bergantung pada teknologi,” tuturnya.
Fajar Basuki, General Manager Morazen Surabaya menambahkan bahwa Earth Hour lebih dari sekedar seremonial menyalakan lilin dengan simbol 60+. “Ada makna dan pesan mendalam yang perlu kita sampaikan kepada generasi penerus tentang kesadaran krisis iklim yang juga dimulai dari diri kita masing-masing,” tandasnya. wid
















