
HM Cheng Ho Djadi Galajapo

Djadi bersama para sahabatnya.
Bedanya ke-mbeling-an puisi-puisi karya Remy Silado itu mencoba memberontak terhadap nilai-nilai kemapanan orang tua yang dianggap munafik.
Sedangkan puisi-puisi Cak Djadi bertolak dari ‘mainstream’, terutama yang menyangkut seputar tatanan keagamaan.
“Namun, tidak semua puisi di buku ini mengarah ke hal-hal rawan. Banyak yang berkutat pada sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang tampaknya sepele, lugu, apa adanya. Nah di sinilah letak kekuatan Cak Djadi mengolah ‘kesufian’-nya, memasak batiniahnya menjadi karya yang bermakna,” ujar Amang yang sudah menulis 17 judul buku, termasuk antologi puisi tunggal.
Salah satu petikan karya puisi Djadi Galajapo yang cukup menarik berjudul ‘Meliana Prastianingsih’ (halaman 28) :
Istriku tak punya kosakata
Tapi kekuatannya luar biasa
Istriku tak bisa berpura-pura
Tapi kejujurannya istimewa
Istriku tak bisa bersandiwara
Tapi itulah pemeran sesuai titah sang sutradara
















