Di Tengah Gejolak Geopolitik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil? Andry Asmoro Ungkap Fakta Berikut

0
1593

Strategi perusahaan di sektor komoditas, lanjut Andry Asmoro, seperti CPO, karet, batubara dan nikel adalah melakukan efisiensi agar margin keuntungan tidak turun dan bertahan di tengah volatilitas harga yang tinggi.

Di sisi lain, kata Andry, pelemahan kondisi ekonomi global mulai berimbas pada komponen investasi dan neraca perdagangan. Pertumbuhan investasi pada triwulan I masih cenderung lambat, yang terutama masih diakibatkan masih rendahnya investasi non-bangunan.

Kinerja neraca perdagangan masih mencatatkan surplus, meski dengan nilai yang terus menurun. “Potensi risiko ke depan masih besar dengan masih berlangsungnya gejolak geopolitik global, kenaikan harga energi dan pangan, serta tekanan dari keluarnya investasi portfolio asing yang menyebabkan penguatan US Dollar. Dengan demikian, suku bunga acuan belum akan turun dalam waktu dekat,” bebernya.

Dengan demikian ekonomi Indonesia diperkirakan masih cukup resilien menghadapi gejolak global. Berakhirnya rangkaian tahapan Pilpres akan mendorong keyakinan pelaku ekonomi untuk melakukan ekspansi.

“Selain itu, segera dimulainya tahapan Pilkada juga dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan konsumsi. Proyeksi Bank Mandiri, ekonomi Indonesia masih akan mencatat pertumbuhan yang sehat pada 5,06 persen pada tahun 2024,” pungkasnya. riz

1 2 3 4

Comments are closed.