
Pasar Indonesia juga dimeriahkan atraksi hiburan yang dikemas Mitos Event Media.
Para pengunjung TTF biasanya terdiri dari WNI yang mukim di Belanda, warga negara Belanda yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia dan warga masyarakat Belanda pada umumnya. TTF adalah acara tahunan yang menggabungkan seni, budaya, kuliner dan tradisi Indonesia.
Tak kalah dengan TTF, Pasar Indonesia juga menjajakan berbagai barang yang sangat langka di Belanda. Juga hiburan dan makanan tradisional khas Indonesia. Kendati tidak digelar selama 10 hari seperti TTF, Pasar Indonesia, yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (1-2/6/2024), tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Apalagi masuk Pasar Indonesia tak perlu beli tiket alias gratis. “Sedang di Tong-tong Fair, pengunjung dikenai tiket antara 15-18,5 Euro, atau sekitar Rp 255.000-314.500 per-orang,” ungkap Nugroho Agung, salah satu peserta UMKM yang menjadi korban pembatalan sepihak penyelenggaraan Tong-tong Fair di Belanda.
“Untung ada Pasar Indonesia, jadinya saya ke sini saja. Sebenarnya kami rencananya mau ke acara Tong-tong, karena memang tiap tahun selalu ke situ. Malah sudah beli tiket secara online untuk tanggal 1 Juni. Tapi di sini lebih seru sih, terima kasih ya Pak Dubes sudah bikin acara ini,” kata seorang pengunjung yang tinggal di Jerman, saat bertemu Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas di acara Pasar Indonesia.
Willy Overink, warga keturunan Indonesia yang lahir di Belanda mengatakan, acara ini betul-betul original Indonesia. “Sangat berbeda dengan TTF. Selain suasananya, barang dagangan serta warung yang menjual makanan panas juga sangat otentik,” paparnya.
















