
Pemkot Surabaya terus mengupayakan kemudahan moda transportasi untuk digunakan menuju kawasan Kota Lama.
Sementara itu, Hidayat Syah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) Kota Surabaya mengatakan bahwa Pemkot Surabaya tengah mematangkan persiapannya sebelum peresmian Kota Lama Surabaya yang dijadwalkan Minggu (23/6/2024).
“Kami akan mematangkan seluruh kebutuhan masyarakat yang akan berkunjung menikmati wisata Kota Lama. Sehingga saat dilaunching, masyarakat langsung merasakan dan menikmati adanya kawasan wisata Kota Lama tersebut,” katanya.
Menurut Hidayat Syah, Kota Lama Surabaya di bagian utara, membentang mulai dari jalan Kembang Jepun sisi timur, serta sisi barat di Jalan Rajawali dan hanya dipisahkan oleh Jembatan Merah di antara sungai Kalimas.
Jembatan Merah ini dikenal sebagai saksi peristiwa heroik arek-arek Suroboyo ketika melawan pendudukan tentara sekutu. “Kawasan utara Kota Lama ini ibarat laboratorium arsitektur dunia. Kita bisa mempelajari khas arsitektur Barat dengan nuansa Kolonial dan Eropa serta negara-negara timur,” imbuhnya.
Di sisi barat, terdapat arsitektur peninggalan kolonial yang menawan. Pada sisi barat kawasan ini, banyak menyimpan dokumen-dokumen peristiwa sejarah arsitektur dan peristiwa sejarah kemerdekaan yang berkaitan dengan peristiwa pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pendudukan tentara Sekutu dengan meninggalnya komandan tentara sekutu, Jenderal AWS Mallaby.
“Peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang membentang mulai tanggal 19 Oktober 1945 sampai 10 November 1945. Kawasan ini merangkai peristiwa aksi heroik kemerdekaan beserta dokumen bangunan arsitektur yang masih ada,” ujarnya.
















