
Puluhan model profesional dan Ketua Dekranasda dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur akan memeriahkan gelaran East Java Fashion Harmony dengan mengenakan busana berbahan tenun.
Selama bootcamp, para desainer muda ini mendapatkan pendampingan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas, kreativitas, berinovasi dan mengembangkan bakatnya.
“Kegiatan Bootcamp merupakan bentuk sinergi Dekranasda Provinsi Jawa Timur untuk memberikan pendampingan dalam proses produksi busana kebaya dan sarung dengan bahan kain tenun sesuai tema dan konsep EJFH 2024,” tuturnya.
Evy menambahkan, selama tiga hari bootcamp, setiap siswa memproduksi satu stel busana kebaya dan sarung sesuai tema dan konsep EJFH 2024, sehingga keseluruhan busana yang diproduksi sebanyak 30 stel.
“Kami harap setelah mengikuti ajang kreativitas ini siswa SMK terpilih dapat mengembangkan diri sebagai profesional desainer sehingga mampu bersaing dengan desainer terkenal,” imbuhnya.
Melalui proses yang mereka jalani, Evy berharap bisa menjadi pintu bagi desainer muda itu untuk membuka usaha sendiri dan membuka lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya.

















