
ILUSTRASI : Pementasan seni ludruk yang digelar mahasiswa STKW Surabaya. (foto: dok STKW Surabaya)
“Pementasan ludruk ini untuk mata kuliah Teater Tradisi. Siswa diuji untuk bisa menyutradarai dan berperan dalam pementasan ludruk,” paparnya.
Deny menyatakan, jika siswa bertindak sebagai sutradara maka dia bebas memilih siapa saja pendukung naskah yang akan dipentaskan. “Pemain tidak harus siswa STKW, bisa dibantu oleh para alumnus. Karena jumlah siswa sendiri sangat terbatas,” urainya.
Untuk pementasan ini tidak ada ketentuan durasi bagi siswa untuk mementaskan karyanya. “Siswa berkarya sesuai struktur. Yang penting struktur ludruk dan pakemnya harus terpenuhi. Untuk waktunya los. Karena itu dalam sehari hanya ada satu pementasan lantaran rata-rata durasi satu pementasan lebih dari satu jam,” imbuhnya. ap
















