Spentera Soroti Ancaman Ransomware: Pelajaran Penting bagi Dunia Bisnis dari Berbagai Kasus

0
1127

Thomas Gregory, Director of Blue Team Operation PT Spentera.

iniSURABAYA.com – Ancaman siber ransomware semakin menjadi perbincangan hangat beberapa waktu terakhir. Ransomware, yang dikenal dengan kemampuannya ‘menyandera’ data, memaksa korban untuk membayar tebusan demi mendapatkan kembali akses.

Menurut Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), insiden ransomware menjadi salah satu dari lima kasus kejahatan cyber terbesar yang ditangani sepanjang 2023, menjadikannya ancaman serius yang wajib diperhatikan.

Tidak hanya mengancam sektor publik, ransomware juga mempengaruhi dunia bisnis. Berdasarkan riset dari Cyberint, serangan ransomware meningkat sebesar 55 persen dari 2022 ke 2023. Dari para korban yang disurvei, 69 persen melaporkan telah membayar tebusan, dengan total mencapai 1,1 miliar dolar AS.

Secara taktis, ransomware beroperasi melalui akses ilegal ke sistem yang sering dijual di pasar gelap, didukung oleh model Ransomware as a Service (RaaS) yang membuat serangan ini lebih umum dan sulit dilacak.

“Setelah sistem terinfeksi, data kemudian dienkripsi dan korban diminta membayar tebusan,” tegas Thomas Gregory, Director of Blue Team Operation PT Spentera.

Thomas menegaskan, fenomena tersebut semakin menjustifikasi diperlukannya perlindungan siber secara komprehensif di berbagai bagian dalam organisasi, perusahaan, dan bisnis.

1 2 3

Comments are closed.