
ILUSTRASI : Wisata ke Jepang (foto:dok wisatajepang.co.id)
Makanan Khas
Kuliner Jepang, atau disebut dengan washoku, cukup digemari di seluruh dunia. Namun yang menarik, jika datang di periode pergantian baru, wisatawan bisa mencicipi osechi ryori, makanan khas untuk merayakan tahun baru.
Sejarah makanan ini dimulai dari 300 tahun sebelum Masehi. Umumnya, makanan yang dikemas dalam kotak bento bersusun lima merupakan masakan rumahan, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, mayoritas supermarket di Jepang sekarang menyediakan isiannya.
Bagi wisatawan yang suka makan, Jepang adalah salah satu destinasi terbaik. Negara ini memiliki pilihan kuliner yang akrab dengan selera wisatawan. Terlebih, selain tempat-tempat makan yang menyajikan makanan khas seperti sushi, ramen, udon, tepanyaki dan masih banyak lainnya, Jepang juga merupakan negara kedua dengan jumlah restoran berbintang Michelin terbanyak di dunia—387 restoran.
Mata Uang
Mata uang di Jepang adalah Yen (¥, JPY). Pada Agustus 2024, nilai tukar satu yen setara dengan sekitar Rp107. Meskipun pembayaran tunai masih dominan, masyarakat Jepang mulai beralih menggunakan kartu debit, kredit, dan pembayaran digital.
Selain itu, Jepang memiliki kartu IC yang berfungsi sebagai uang elektronik dan dapat digunakan membayar biaya kendaraan umum serta bertransaksi di vending machine atau supermarket.
Patut dicatat, tak seperti di Amerika Serikat, Jepang tidak mengenal sistem tip. Jadi, wisatawan tak perlu memberikan tip kepada pelayan atau sopir taksi. */Monika Febriana
















