
Moda transportasi di Surabaya makin bertambah dengan hadirnya bus listrik.
“Bus ini juga berbasis digital, sehingga pembayaran bisa menggunakan scan QR. Penumpang cukup menyediakan kartu non-tunai atau aplikasi. Tarifnya sama Rp 5.000 berlaku per-dua jam,” urainya.
Penambahan unit bus listrik pada rute Purabaya-Kampus C Unair ini, lanjut Tundjung, diharapkan bisa memangkas waktu tunggu antar bus yang semula 15 menit menjadi 10 menit dengan waktu tunggu 20 menit di ujung rute.
“20 menit waktu tunggu di ujung itu juga untuk menambah daya. Jadi sekali jalan bus listrik ini langsung mengisi daya tidak menunggu sampai habis,” imbuhnya.
Setelah diluncurkan, Dishub akan melakukan monitoring dan evaluasi selama dua minggu sekali. “Karena kita memang mau merintis dulu permintaanya bagaimana, antusiasnya bagaimana dan lainnya. Untuk itu akan dioperasionalkan bertahap,” tegasnya.
Sementara Ikhsan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya mengatakan, selain untuk mengurangi kemacetan, bus listrik dan armada Feeder Wira Wiri untuk mengurangi polusi, serta memberi kenyamanan masyarakat dalam mengakses angkutan umum.
“Kita tahu di Surabaya ini sudah banyak taman, tetapi diharapkan dengan penggunaan bus listrik bisa lebih mengurangi lagi,” ujar Ikhsan saat hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di acara soft launching bus listrik ‘Electric City Bus’ bertempat di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Senin (23/9/2024).
















