Komunitas ISIK Pajang Batik dari Bahan Kain Sprei Bekas di Lobi Movenpick Hotel Surabaya City

0
1108

Toat Edi Wijaya, Cluster General Manager Mövenpick Hotel Surabaya City, Mercure Surabaya Manyar dan ibis Surabaya Tidar dan Prita Eksimaningrum, pendiri ISIK memamerkan batik dari bahan kain sprei bekas.

“Perayaan Hari Batik Nasional ini juga menghubungkan tradisi dengan pengalaman kontemporer, memungkinkan tamu berinteraksi dengan budaya Indonesia secara bermakna,” tegas Toat Edi Wijaya, Cluster General Manager Mövenpick Hotel Surabaya City, Mercure Surabaya Manyar dan ibis Surabaya Tidar.

Menurut Toat Edi Wijaya motif Beras Wutah dipilih karena memiliki arti yang sangat baik, yaitu ketenangan, kemakmuran, serta kekayaan berlimpah. “Ini menjadi simbol dari harapan kami semua, bahwa terciptanya kemakmuran dan kekayaan yang terus berlimpah,” tuturnya.

Menggunakan bed linen reusable ini, kata Toat Edi Wijaya, juga selaras dengan salah satu program CSR Movenpick Hotel Surabaya City, yaitu menggunakan kembali bahan bekas layak yang dapat diolah menjadi barang yang berguna dalam upaya mengurangi limbah dan dampak lingkungan.

Tidak ketinggalan, makanan dan minuman yang dihidangkan oleh Mövenpick Hotel Surabaya City pun menampilkan berbagai motif Batik dari Surabaya dan Jawa Timur mulai dari roll cake batik, praline batik dan bahkan minuman yang diberi sentuhan motif batik di atasnya. ap

1 2

Comments are closed.