

Keseruan suasana saat anak-anak asyik mewarnai,sementara orang tuanya serius menyimak penyuluhan terkait kesehatan mata anak di Taman Prestasi.
Untuk memeriksakan Kesehatan mata, kata dr Cita, jangan sampai menunggu ada keluhan.
“Pemeriksaan mata ini sebaiknya dilakukan sejak dini. Sejak usia tiga bulan, dicek lagi saat umur enam bulan, setahun, tiga tahun, dan lima tahun,” begitu sarannya.
Selanjutnya, masih kata dr Cita, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan setiap setahun sekali. “Agar ketahuan sejak awal, jika anak mengalami permasalahan penglihatan. Terutama pada anak yang orang tuanya memakai kacamata,” cetusnya.
Senada dengan dr Cita, dr Dimas Setya Adinugraha mengatakan orang tua harus cermat mengamati perkembangan penglihatan mata anaknya. “Orang tua harus khawatir bila anaknya yang baru lahir tidak merespons rangsangan cahaya atau gerakan di sekitarnya.
Dalam kondisi tersebut, kata dr Dimas, bayi tersebut bisa diindikasikan mengalami gangguan penglihatan. “Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi lahir prematur,” ucapnya.
Dr Dimas mengaku ada peningkatan kesadaran orang tua untuk memeriksakan kesehatan matanya ke rumah sakit atau dokter spesialis. “Peningkatan pasien anak ini biasanya pada masa liburan sekolah. Mungkin menunggu anak punya waktu luang,” katanya.
















