SMA SAIM Raih Medali Emas I2ASPO berkat Buku Digital untuk Disleksia

Tim dari SMA SAIM Surabaya saat presentasi di ajang kompetisi internasional I2ASPO. (foto: IST)
Tim SAIM terdiri dari siswa kelas XI yakni Atsal Fikri Ramadhani, Shayna Andini, Mochamad Favian Nabil, Novandra Adzra Ghassani, dan Nadya Salma. Mereka menciptakan produk inovatif berupa buku digital bernama Matherial yang dirancang untuk membantu siswa disleksia mengatasi hambatan belajar Matematika melalui pendekatan multisensori.
Menurut Shayna Andini, salah satu anggota tim SAIM, disklesia adalah gangguan belajar yang menyebabkan kesulitan membaca, menulis, mengeja, dan berbicara.
“Kondisi ini terjadi karena ada masalah pada bagian otak yang memproses bahasa, yaitu batang otak,” paparnya.
Andini menambahkan,“Melalui Matherial, kami ingin menunjukkan bahwa siswa disleksia memiliki potensi berkembang yang sama seperti siswa lainnya.”
Andini menekankan, siswa disleksia hanya membutuhkan strategi belajar yang berbeda. “Dengan memanfaatkan media digital yang interaktif, kami berharap dapat mempermudah proses belajar mereka dan meningkatkan motivasi,” ujarnya.
















