Indosat Tak hanya Manfaatkan AI untuk Bisnis, Tetapi Juga Aktif Bangun Ekosistem AI Inklusif

0
2113

Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang masih terbatas. Hingga saat ini, jumlah individu yang memiliki keahlian dalam bidang AI masih sangat sedikit.

Bahkan, program studi khusus AI di Indonesia baru dimulai. “Keterbatasan infrastruktur digital juga menjadi hambatan besar. Kemudian, kurangnya pendanaan dan riset & pengembangan (R&D),” tegasnya.

Dari sisi regulasi, kata Sri Safitri, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan data dan kebijakan terkait AI. “Terakhir, keterbatasan akses terhadap teknologi,” ungkapnya.

Nailul Huda menambahkan, adopsi AI yang tumbuh pesat di sektor finansial dan ekonomi digital menunjukkan bahwa teknologi ini menjadi tulang punggung transformasi ekonomi.

“Dengan dukungan strategi pemerintah, kolaborasi industri, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja, AI dapat memberdayakan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.