
Bram menyatakan, hadirnya nasi kebuli ini ternyata sangat diminati pelangga. “Bahkan, yang awalnya sebagai tambahan, ternyata nasi kebuli menjadi favorit pelanggan,” tuturnya.
Gerai Stand-Alone
Menjawab pertanyaan iniSurabaya.com, Bram mengatakan, bahwa gerai Almaz semuanya memanfaatkan bangunan sendiri dan tidak berada dalam mall.
“Pertimbangannya adalah memberi manfaat lebih untuk lingkungan. Dan salah satunya adalah ruang pertemuan dan tempat ibadah,” imbuhnya.
Bram menekankan, jika berada dalam mall kemungkinan akan sulit bila ada kegiatan-kegiatan mengundang massa dalam jumlah banyak. “Acara-acara donasi yang mengundang anak yatim masuk ke dalam (mall) kayaknya sulit,” cetusnya.
Disinggung mengenai target penambahan outlet, Bram menyatakan, pihaknya berharap tahun ini Almaz bisa mencapai 200 gerai di seluruh Indonesia. Di Surabaya, selain di area Gubeng dan Margorejo Indah, Almaz direncanakan akan hadir di sejumlah lokasi lain.
















