
Selain itu, ada juga zona ATV. “Di Zona Bersantai, tersedia area khusus untuk lesehan dan bersantap,” kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya saat berkunjung ke Taman Harmoni beberapa waktu lalu.
Pria yang akrab disapa Cak Eri ini menyatakan, di zona tematik seperti Afrika dan Amerika, rumput tidak boleh diduduki karena diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan. “Jadi nanti ada area lesehan khusus yang telah kami siapkan,” tegasnya.
Cak Eri Cahyadi mengatakan, Taman Harmoni Keputih memiliki sejarah unik, dulunya adalah tempat pembuangan sampah, namun kini bertransformasi menjadi taman. Dengan demikian, Taman Harmoni diharapkan menjadi ciri khas baru Kota Surabaya dan menjadi penyemangat bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta seluruh warga Surabaya untuk mulai memilah sampah di rumah masing-masing.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah, lihat tempat ini dulunya tempat sampah. Karena kita mau memilah sampah, kini bisa jadi taman indah seperti ini. Itulah yang kami harapkan,” imbuhnya.
Dilarang Bawa Makanan dari Luar
Mengenai kebijakan makanan dan minuman, pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dari luar. Pengunjung hanya boleh membawa tikar dan membeli makanan dari tenant atau UMKM yang tersedia di dalam Taman Harmoni.
















