
Ning Nasya –begitu sapaan akrabnya—menambahkan, bahwa para peserta akan diuji dengan berbagai pengetahuan. “Peserta akan diuji dengan wawasan dan pengetahuan tentang sejarah, kebudayaan, pariwisata, dan kultur sosial di Surabaya,” tuturnya.
Sementara Berry Febrio Silvio Pariela, Ketua Dewan Kehormatan Cak dan Ning Surabaya menekankan, bahwa sebagai Duta Pariwisata, Cak dan Ning memiliki peran penting dalam mempromosikan pariwisata, kebudayaan, serta nilai-nilai sosial yang menjadi ciri khas Kota Surabaya.
“Mereka juga ditantang bergotong-royong, menunjukkan komitmen dan aksi nyata yang bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat melalui kebudayaan dan pariwisata,” ujar Cak Berry.
Di kesempatan itu, Yazerlyn Nadila Balqis, Ketua Paguyuban Cak & Ning Kota Surabaya menyatakan, seleksi ketat akan memilih 15 Cak dan 15 Ning terbaik untuk tampil di Grand Final. Melalui kompetisi ini, diharapkan Cak dan Ning yang terpilih dapat menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Surabaya.
“Melalui Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2025, kami berharap dapat mengangkat potensi pemuda-pemudi Surabaya sebagai generasi penerus yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga siap berkolaborasi dalam memajukan kebudayaan dan pariwisata kota ini serta memberi manfaat bagi masyarakat,” begitu pesannya. wid
















