
Sawung Dance digeber selama dua hari (Jumat-Sabtu, 19-20/9/2025) di Gedung Cak Durasim Surabaya. (foto-foto: Julian Romadhon)
iniSURABAYA.com – Pentas tari bukan sekadar pelengkap upacara. Bagi Hartati, tari adalah bahasa ekspresi yang mampu merekam kegelisahan masyarakat, sama seperti cabang seni lainnya.
Semangat itulah yang diusung penari dan koreografer Jakarta ini di gelaran Sawung Dance yang diadakan di Gedung Cak Durasim, Jumat (19/9/2025).
Setelah lebih dari empat dekade menari dan mencipta, Hartati kembali ke panggung dengan format berbeda, yakni lecture performance.
Malam itu ia menampilkan perjalanan artistiknya, bukan sekadar dalam bentuk karya tari, melainkan refleksi hidup yang dirangkai dari pengalaman personal, tradisi, hingga kegelisahan sosial.
“Yang saya bawakan bukan karya tari semata, melainkan presentasi perjalanan saya hampir 40 tahun. Mulai dari kasus-kasus perempuan, tradisi keluarga, sampai pengalaman hidup di kota besar seperti Jakarta. Semua itu membentuk siapa saya hari ini,” tuturnya sesaat sebelum pentas.
















