
Lembah Setyowati sedang melukis bunga. (foto-foto: dok pribadi)
Pengunjung yang datang tak hanya menikmati suasana tempo dulu, tetapi juga merasakan atmosfer seni yang mengalir dari setiap sudut ruangan. Lukisan bunga dengan warna-warna berani menempel di dinding, memberi kehidupan baru pada rumah itu.
Ada sesuatu yang unik dan kuat dari lukisan-lukisan Mbak Nunung. Bukan sekadar keindahan visual tetapi energi emosional yang terpancar dari setiap goresannya.
Tekstur timbul pada kanvas menghadirkan sensasi nyata, seolah bunga itu bisa disentuh. Warna-warna kontras yang ia pilih menghadirkan kesan dramatis, khas ekspresionisme, namun tetap menghadirkan kehangatan.
Karya-karyanya tidak hanya menjadi dekorasi tetapi menyimpan narasi tentang kehidupan, kegembiraan, kesedihan, harapan dan kekuatan untuk terus tumbuh. Lukisan bunga matahari misalnya, selalu memberi semangat hidup bagi siapa pun yang memandangnya.
Lembah Setyowati adalah contoh bagaimana perjalanan hidup seseorang bisa berliku, tetapi pada akhirnya menemukan muara sejati. Seperti sungai yang tak pernah berhenti mengalir, kiprah Mbak Nunung pun terus berjalan, meninggalkan jejak inspiratif bagi dunia seni rupa Indonesia.
Baginya, melukis bukan hanya pekerjaan melainkan bahasa jiwa. Dan, bunga adalah medianya untuk bicara. *
Penulis: Rokimdakas [jurnalis senior/ kreatorokim@gmail.com]
















