
Imung Mulyanto
Bagi Imung, puisi menunjukkan identitas personalnya. “Inilah saya. Perasaan saya. Ekspresi saya. Inilah catatan kegelisahan saya,” tegas mantan Pemimpin Redaksi ArekTV Surabaya ini.
Sebelum menuangkan karya dalam buku “Tuhan, Plis Deh…”, puisi-puisi Imung sudah ikut mengisi sepuluh buku antologi puisi yang diterbitkan bersama teman-temannya, baik di Komunitas Warumas (Wartawan Usia Emas), Sanggar Patriana Surabaya, dan para mantan wartawan Surabaya Post.
Meskipun relatif banyak karya puisi yang ditulis dan dipublikasikan, Imung mengaku dirinya bukanlah penyair, tetapi jurnalis yang gemar menulis puisi.
“Saya tidak berani menyebut diri saya seorang penyair. Tetapi saya berani mendeklarasikan diri bahwa saya adalah seorang penulis. Karena saya memang hidup dan menghidupi keluarga saya dari hasil menulis,” katanya.
Imung menandaskan, karya tulisnya sebagian besar dalam bentuk laporan jurnalistik sesuai profesi dirinya sebagai wartawan. Hampir 15 tahun menjadi wartawan Harian Sore Surabaya Post, sekitar lima tahun mengawal Jatim Newsroom milik Dinas Kominfo Jatim, dan 12 tahun menjadi jurnalis di Arek TV Surabaya.

















