
Permainan gitar Mr D dipadu suara lesung mengiringi lantunan suara dokter Ragilda Rachma. (foto: dok/IST)
Terkait gagasan menghadirkan lesung dalam kolaborasi permainan musik di acara tersebut, Mr D menekankan sebagai simbol kegotongroyongan. “Sekaligus untuk spirit ketangguhan dan kedaulatan pangan,” tandasnya.
Pemilik nama Doddy Hernanto ini menambahkan, nenek moyang Indonesia sudah membangun kemandirian pangan melalui spirit lesung. “Yang selalu dibunyikan bersama-sama. Tidak sendirian. Jadi kemandirian dan kedaulatan pangan sejatinya adalah kolaborasi antara petani, peneliti, dan pemerintah untuk memastikan piring rakyat tetap terisi,” imbuhnya.
Di akhir sesi pentas seni kolaborasi tersebut, Dr Setiawan Noerdajasakti SH MH, Wakil Rektor III Universitas Brawijaya bersama Ir Mohammad Zainal Fatah, Ketua Umum Ika UB serta sejumlah tokoh yang hadir membawa padi dan dimasukkan ke lesung untuk ditumbuk dengan alu.
“Ini simbol kesejahteraan dan kedaulatan pangan bisa diwujudkan bersama-sama,” ucap Mr D yang juga dikenal dengan julukan Gitaris Satu Jari
Pameran seni ‘Titi Rasi’ di Auditorium UB tersebut menampilkan karya-karya monumental seniman Malang, Bambang Sarasno yang juga alumnus UB. Gelar karya seni itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-63 UB sekaligus ruang ekspresi seni yang mengangkat batik sebagai medium kontemplatif dan kosmologis.
Dalam kesempatan itu, Setiawan Noerdajasakti menekankan pentingnya melestarikan batik sebagai identitas budaya Indonesia. Menurutnya, batik bukan hanya kain, tetapi simbol perjalanan budaya yang harus terus dirawat lintas generasi. ap
















