
ILUSTRASI: Parkir motor di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya.
iniSURABAYA.com – Bisnis Mie Gacoan kembali ‘digoyang’. Kali ini terkait pengelolaan parkir. Sejak pertengahan Agustus 2025, sejumlah gerai Mie Gacoan di Surabaya mulai menerapkan sistem parkir digital.
Kebijakan yang sama sebelumnya juga dilakukan Mie Gacoan di Sidoarjo. Digitalisasi parkir ini dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat soal parkir semrawut yang kerap memicu kemacetan.
Pihak manajemen Mie Gacoan menegaskan, sistem baru tersebut dijalankan karena dinilai lebih tertata, profesional, dan tetap melibatkan juru parkir lokal. Namun, kebijakan itu justru ditolak sebagian warga yang merasa tidak diajak berdiskusi. Mereka menyebut kerja sama parkir sebelumnya masih berlaku secara sah.
Membingungkan ya? Di satu sisi manajemen melakukan perubahan sistem untuk merespons keluhan masyarakat. Di sisi lain, justru ‘dihadang’ aksi demo warga yang merasa ‘rejeki’nya dikepras akibat penerapan kebijakan baru tersebut.
Pengelolaan parkir ini memang menggiurkan. Karena bukan soal receh. Tak hanya di Mie Gacoan. Penerapan bebas parkir di sejumlah minimarket di Surabaya pun sempat memicu aksi demo.
















