Catatan Khusus: Parkir Mie Gacoan di Antara Sistem Digital dan Edukasi Masyarakat

0
430

Contoh kasus di Mie Gacoan saja. Misalnya dalam sehari ada 500 motor parkir dikalikan Rp2.000 (untuk tarif parkir resmi Pemkot Surabaya) ada pemasukan Rp1 juta. Dan di akhir pekan (Sabtu-Minggu) bahkan bisa berlipat-lipat pengunjung resto dengan sajian mie pedas ini.

Dengan estimasi pendapatan per-hari Rp1 juta kali 22 hari plus Rp3 juta kali delapan hari (akhir pekan), maka dalam sebulan pendapatan parkir di gerai Mie Gacoan ini bisa mencapai kisaran Rp50 juta.

Ingat, itu baru estimasi pendapatan parkir motor. Belum termasuk parkir mobil. Dan untuk setiap gerai bisa jadi ada perbedaan. Terutama untuk gerai yang memberlakukan operasional 24 jam.

Penggunaan E-Money dan QRIS
Penerapan sistem digitalisasi sebagai konsekuensi perkembangan zaman adalah hal yang tak bisa dielakkan. Dan konsekuensinya adalah pengurangan tenaga kerja manusia.

Merunut ke belakang, konsekuensi ini sudah terjadi saat diberlakukannya pembayaran memakai e-money di pintu tol. Baik di pintu masuk, maupun pintu keluar.

Bisa dibayangkan berapa pekerja yang melepaskan tugasnya di pintu tol ini dan digantikan oleh selembar kartu sebagai alat bantu bayar. Lalu, apakah ada gelombang aksi demo menyusul penerapan sistem baru pembayaran di pintu tol ini? *
Catatan Khusus dari redaksi ini selengkapnya bisa disimak di link berikut:

1 2

Comments are closed.