
Octavianus Stevie Lianto
Mengalahkan ‘Hotel Budget’ dengan Standar Hospitality yang Konsisten
Stay.vie sering disebut menghadirkan nuansa ‘hotel-feel’ dalam monthly living. Namun yang membedakan adalah definisinya tidak berhenti di interior. Hotel-feel versi Stay.vie adalah cara kerja, yakni respons cepat, alur layanan jelas, dan kualitas yang dijaga.
Di segmen mahasiswa ITS–Unair serta early professionals, faktor ini krusial. Mereka tidak punya waktu untuk mengurus drama hunian, seperti WiFi tidak stabil, maintenance lambat, atau kebersihan yang turun.
Stay.vie memposisikan dirinya sebagai solusi modern, yaitu hidup bulanan yang lebih efisien, lebih tertib, dan lebih tenang. “Kami ingin penghuni merasa hidupnya lebih ringan. Mereka tidak sedang membeli kamar, mereka membeli ketenangan,” ujar Stevie.
All-in Living sebagai Strategi Value, Bukan Sekadar Fasilitas
Di pasar coliving, perang harga sering menipu. Terlihat murah di awal, tetapi biaya hidup membengkak karena banyak kebutuhan tidak disediakan. Stay.vie memilih pendekatan berbeda, yakni menekankan value melalui sistem all-in living yang mengurangi friksi harian.
Bukan untuk terlihat mewah, tetapi agar penghuni merasakan manfaat operasional yang nyata. Posisinya jelas, yaitu pengalaman top-tier namun tetap bersahabat untuk mahasiswa dan profesional muda.
















