
Octavianus Stevie Lianto
iniSURABAYA.com – Di industri hospitality dan hunian bulanan, banyak brand bertumbuh karena modal besar atau jaringan manajemen raksasa. Namun Octavianus Stevie Lianto, S.Ak., M.H., BKP., CPS., CTL memilih jalur berbeda, yaitu independen, terukur, dan berbasis eksekusi.
Di usia 27 tahun, Stevie tidak hanya dikenal sebagai operator yang ‘hands-on’, tetapi juga pemilik tanah di beberapa projeknya. Model ini membuat Stay.vie Living punya karakter yang jarang, yaitu brand coliving independen dengan standar yang bisa dikendalikan penuh, tanpa kompromi pada kualitas hanya karena ‘terikat kontrak manajemen, atau tekanan pihak ketiga.
Di Surabaya Timur, terutama koridor yang dekat ITS–Unair dan kantong pertumbuhan seperti area Pakuwon City, Stay.vie pelan-pelan mengunci posisi sebagai salah satu top choice hunian bulanan untuk pasar mahasiswa dan profesional muda.
Independent Brand, Controlled Execution
Sebagai brand independen, Stay.vie Living tidak bergantung pada formula operator besar yang cenderung seragam. Stevie memposisikan Stay.vie sebagai design-led, ops-driven. Artinya, desain menjadi pintu masuk, tetapi operasional menjadi alasan utama orang bertahan.
“Banyak tempat bagus di foto. Tapi yang bikin orang tinggal lama itu sistemnya,” kata Stevie. Pria kelahiran 1998 ini menekankan, kalau respons lambat, QC turun, dan komunitas tidak dijaga, brand akan kalah meskipun desainnya keren.















