
Prihyanti Lumbanraja (pegang mike) saat memimpin tampilan grup angklung Gemarinor kolaborasi dengan pemain bola dan keyboard di peringatan Hari Angklung se-Dunia di Kota Lama Surabaya.
Artinya, lanjut Yanti, dari tujuh not itu saling membutuhkan. “Begitu juga manusia. Tidak ada manusia hidup sendiri. Dia pasti butuh orang lain!” tandasnya.
Hal senada disampaikan Prinadhani Paramita. “Gara-gara gabung Gemarinor saya jadi kenal banyak orang berbeda latar belakang dan profesi. Mainnya pun bersama-sama, jadi menyenangkan,” ucapnya.
Menurut Mita –sapaan warga RW 04 Ketintang Surabaya ini, angklung adalah alat musik yang sangat ramah untuk semua usia. “Bisa dimainkan mulai anak-anak TK, SD, SMP, hingga lanjut usia. Harganya pun murah. Hanya Rp70.000, bisa dibawa kemana-mana,” imbuhnya.
Di bawah arahan Yanti pula, Mita dan anggota grup angklung Gemarinor ini bisa tampil di berbagai negara. “Paling berkesan bisa keluar negeri gara-gara main angklung. Kami melakukan muhibah ke Singapura, Malaysia, dan Thailand,” ucap Mita yang juga gabung di Kolagenta, grup angklung yang anggotanya adalah warga Ketintang. ap
















