
Prihyanti Lumbanraja (pegang mike) saat memimpin tampilan grup angklung Gemarinor kolaborasi dengan pemain bola dan keyboard di peringatan Hari Angklung se-Dunia di Kota Lama Surabaya.
iniSURABAYA.com – Curah hujan deras yang mengguyur kota Surabaya tak menyurutkan semangat komunitas musisi angklung yang sedang menggelar acara di Kota Lama, Sabtu (29/11/2025).
Rangkaian acara demi acara yang diawali dengan lomba menyanyikan lagu ‘Rujak Uleg’ tetap berlangsung hingga puncaknya tampilan 23 grup pemain angklung. Selain dari Surabaya, pemain angklung ini berasal dari Sidoarjo dan Kota Malang.
Mereka tampil bergiliran membawakan sejumlah lagu, di antaranya ‘Padamu Negeri’, ‘Dealova’, ‘Rujak Uleg’, dan ‘Pamer Bojo’. Pemain angklung ini juga membawakan sederet komposisi mancanegara, seperti ‘Love Story’, ‘This Love’, ‘Ye Liang Tiauw Wo Te Sin’, ‘Sukiyaki’, ‘My Way’, ‘Fatwa Pujangga’, ‘Besame Mucho’, dan ‘To Love Somebody’.
“Karena acara ini dalam rangka Hari Angklung se-Dunia maka kami mainkan pula lagu-lagu dari beberapa negara,” ungkap Prihyanti Lumbanraja, ketua pelaksana acara kepada iniSurabaya.com.
Wanita yang akrab disapa Yanti ini mengaku, gelaran pentas massal dalam rangka Hari Angklung se-Dunia ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Surabaya. “Biasanya diadakan di Bandung. Harapannya tentu makin banyak orang lestarikan budaya nusantara. Salah satunya adalah angklung,” tegasnya.
















