Dari Rumah Padat Karya ke Ruang Publik Kreatif, Viaduct Gubeng Catat Omzet Rp725 Juta

Rumah Padat Karya Viaduct by Gubeng. (foto: dok Diskominfo Kota Surabaya)
Evaluasi dilakukan secara rutin, tidak hanya pada aspek operasional, tetapi juga penguatan mentalitas kerja. “Kami sangat menjaga kualitas produk, mulai dari standarisasi rasa hingga estetika kemasan,” imbuhnya.
Kedisiplinan dalam berjualan menjadi kunci agar pelayanan tetap prima. “Kritik dan masukan pelanggan justru kami jadikan pemacu untuk terus berkembang,” tandasnya.
Aktivasi Komunitas
Di tengah menjamurnya kafe dan tempat nongkrong di kawasan Jalan Nias, Biliton, dan Sumatera, RPK Viaduct memilih strategi berbeda. Bukan sekadar mengandalkan promosi digital, pengelola fokus membangun basis pelanggan sendiri melalui aktivasi komunitas.
“Dengan mewadahi kegiatan komunitas secara berkelanjutan, arus pengunjung terbentuk secara organik. Pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga profesional rutin berkegiatan di sini, dan secara otomatis roda ekonomi ikut bergerak,” tegasnya.
Ke depan, RPK Viaduct diprojeksikan menjadi wadah besar bagi berbagai komunitas. Tempat ini diharapkan menjadi pusat aktivitas positif bagi Gen Z, kalangan profesional, maupun masyarakat umum, dengan skema kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Viaduct bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang multifungsi untuk nongkrong, berdiskusi, berolahraga seperti basket dan catur, hingga kegiatan seni seperti membatik. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berkembang bersama,” ungkapnya.
















