
Kaoru Watanabe, Chef Matcha Jepang tengah menyiapkan racikan matcha disaksikan Chisato Toyama (dua dari kanan) dan tim FnB Kamogawa Matcha.
iniSURABAYA.com – Jepang dikenal dengan ragam budaya tradisional yang melekat dalam keseharian masyarakatnya dan bertahan hingga kini. Salah satunya adalah tradisi minum matcha.
Lebih dari sekadar minum, tradisi minum matcha adalah cara memahami seni dan spiritualitas melalui teh. “Penyajian matcha tak bisa dilakukan sembarangan. Prosesnya dilakukan dengan fokus pada keindahan gerakan, kesederhanaan, dan penghormatan tuan rumah terhadap tamu,” ungkap Nogo Purnomo, owner Hinoya Curry kepada iniSurabaya.com, Jumat (23/1/2026).
Berbeda dengan ocha, tradisi minum teh dari olahan daunnya, matcha adalah adalah bubuk teh hijau yang disiapkan dengan gerakan anggun menggunakan peralatan khusus seperti chawan (mangkuk) dan chasen (pengocok bambu) untuk disajikan pada tamu.
Dalam perkembangannya, matcha belakangan sudah menjadi gaya hidup dan disajikan di sejumlah kafe di Jepang. Fenomena itulah yang kini diusung Nogo untuk penikmat matcha di Kota Surabaya.
Tak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan keinginannya menyuguhkan matcha dengan cita rasa asli seperti sajian matcha di Jepang, Nogo mendatangkan Ishi Ushu, penggilingan matcha langsung dari Negeri Sakura itu.
















