
Kaoru Watanabe, Chef Matcha Jepang tengah menyiapkan racikan matcha disaksikan Chisato Toyama (dua dari kanan) dan tim FnB Kamogawa Matcha.
“Keluarga saya terhubung dengan budaya tradisional Jepang selama beberapa generasi. Almarhum kakek dan buyut saya adalah guru upacara teh dari aliran Urasenke, yaitu salah satu sekolah upacara teh Jepang yang paling terkenal dan berpengaruh, dengan sejarah lebih dari 400 tahun,” imbuh Chisato.
Urasenke dikenal karena mengajarkan seni menyajikan teh hijau (matcha) dengan penuh ketenangan, keindahan, dan tata cara yang sangat halus. Nilai-nilai inilah yang membentuk pemahaman saya tentang matcha dan budaya Jepang.
“Di pihak keluarga ayah, ada juga yang menjadi guru upacara teh dan ikebana (seni merangkai bunga Jepang),” urainya.
Melalui kafé yang berlokasi di Beverly Shopping Arcade, Pakuwon City ini, Chisato ingin menghormati budaya yang telah diwariskan leluhurnya. “Saya berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati aroma dan cita rasa matcha autentik Jepang, yang dibuat dengan kualitas dan tradisi yang sama seperti di Kyoto,” tegasnya. ap

















