
Kaoru Watanabe, Chef Matcha Jepang tengah menyiapkan racikan matcha disaksikan Chisato Toyama (dua dari kanan) dan tim FnB Kamogawa Matcha.

Foto-foto: dok Kamogawa Matcha
Nogo menegaskan, mesin giling batu tradisional Jepang itu menjadi satu-satunya di Indonesia. “Matcha memang sudah marak di Indonesia, khususnya Surabaya. Tetapi yang saya rasakan tidak sama persis seperti matcha di Jepang,” tuturnya.
Ishi Ushu, kata Nogo, menjamin kualitas yang tanpa kompromi karena kemampuannya menghasilkan bubuk teh matcha secara presisi.
Proses penggilingan dengan batu langka ini memastikan aroma dan cita rasa yang dihasilkan identik dengan matcha kualitas tertinggi di Jepang.
Antusiasme Nogo terhadap sajian matcha dengan cita rasa yang khas ini ditunjang oleh Chisato Toyama, sang istri yang asli Jepang.
Chisato lahir pada tahun 1981 di rumah keluarga ibunya di Kyoto.
“Sejak kecil, saya sering diajak berjalan di sepanjang Sungai Kamogawa oleh kakek, nenek, buyut, dan ibu saya,” ujar Chisato.
Kamogawa adalah salah satu sungai paling terkenal di Kyoto—tempat yang indah dan sangat berarti bagi Chisato.
Itu pula alasannya, gerai matcha di Surabaya Barat dan berada di lantai 2 Hinoya Curry ini diberi nama Kamogawa Matcha.
















