Olah Sampah Organik Jadi Pupuk, DLH Surabaya Hemat Biaya Angkutan Rp6,73 Miliar per-Tahun

Pengolahan sampah organik menjadi kompos memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran daerah. Salah satunya adalah biaya pengangkutan sampah hingga Rp6,73 miliar per-tahun. (gambar hasil olahan AI/notebooklm)
iniSURABAYA.com – Pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dilakukan Pemkot Surabaya memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran daerah. Berdasarkan data Pemkot Surabaya, keberadaan 27 rumah kompos mampu menghemat biaya pengangkutan sampah hingga Rp6,73 miliar per-tahun.
“Jadi jumlah timbulan sampah di Kota Surabaya setiap harinya adalah 1.800 ton per hari,” ujar Dedik Irianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.
Besarnya volume sampah tersebut mendorong Pemkot Surabaya untuk tidak hanya mengandalkan pengelolaan di hilir, tetapi juga memperkuat penanganan dari hulu. Upaya itu dilakukan melalui berbagai program, seperti rumah kompos hingga bank sampah.
Sementara residu sampah yang tidak dapat dikelola di hulu, diarahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya. Khusus untuk sampah organik, Dedik menjelaskan bahwa DLH Surabaya mengoperasikan 27 rumah kompos yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan.
Seluruh rumah kompos ini memiliki kapasitas total pengolahan mencapai 95,17 ton sampah per-hari. Rumah kompos mayoritas memanfaatkan limbah hasil perantingan pohon serta sampah sayuran dari pasar.
















