
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya. (foto: dok Diskominfo Kota Surabaya)
Cak Eri Cahyadi menambahkan, bahwa proses seleksi dilakukan langsung di tingkat kecamatan. Maka, proposal yang dibuat oleh para anak muda tersebut, dikumpulkan dan diseleksi langsung oleh kecamatan.
“Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, punya rencana. Jangan sampai dikasih duit lalu habis begitu saja tanpa manfaat. Kita latih juga mereka menata rencana agar bisa menjadi wiraswasta,” cetusnya.
Cak Eri mengungkapkan, program ini telah berjalan sejak Januari 2026. Bagi RW yang belum sempat mengajukan proposal pada bulan pertama, ia memastikan anggaran tersebut tidak hangus dan dapat digabungkan pada bulan berikutnya.
“Januari kalau belum diambil bisa diambil di bulan Februari dengan kegiatan yang digabungkan. Misal uangnya Rp5 juta di Januari, Rp5 juta di Februari, maka (total) Rp10 juta,” urainya.
Cak Eri menyatakan, bahwa anggaran ini merupakan bagian dari strategi pemkot untuk menekan angka pengangguran terbuka hingga kemiskinan di Kota Pahlawan. Seiring berjalannya strategi itu, Pemkot juga baru saja menjalin kerja sama dengan setidaknya 38 pelaku industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) untuk menyerap produk-produk dari perkampungan di Surabaya.
















