
(dok. Diskominfo Kota Surabaya)
Program ini mendorong rumah tangga dan berbagai institusi beralih ke produk pakai ulang produksi lokal sebagai pengganti popok dan pembalut sekali pakai. Selain menekan kebocoran sampah plastik ke sungai dan lingkungan, langkah tersebut juga memperkuat ekonomi sirkular serta menciptakan peluang kerja di tingkat komunitas.
“Surabaya merupakan salah satu dari 24 pemerintah kota dari 20 negara yang menerima penghargaan atas gagasan terobosan untuk meningkatkan layanan dasar bagi masyarakat,” tuturnya.
Perkuat Edukasi Masyarakat
Sementara itu, Dedik Irianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menambahkan bahwa dukungan tersebut akan mempercepat perluasan implementasi program ke berbagai kampung yang terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila.
Melalui perluasan tersebut, edukasi masyarakat akan terus diperkuat guna meningkatkan pemahaman mengenai manfaat kesehatan, lingkungan, dan ekonomi dari penggunaan produk pakai ulang.
Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif bersama tenaga kesehatan, rumah sakit, ritel, organisasi nirlaba, serta mitra sektor swasta untuk mendampingi keluarga beralih ke produk pakai ulang produksi lokal.
















