
Para peracik minuman dari berbagai kafe, restoran, dan hotel unjuk kreasi di Dilmah Mixology Playoff 2026 yang diadakan di Aloft Hotel Surabaya.

Eliawati Erly, Vice President PT David Roy Indonesia (kanan) bersama dua juri Dilmah Mixology Playoff 2026 Agung Prabowo (kiri) dan Jay Gray (tengah).
Christya Victoria dari Midtown Residence Surabaya juga coba menyajikan minuman teh yang tak biasa, yaitu meramunya dengan legen. “Bubuk teh hijau diinfuse dengan legen selama enam jam,” urainya.
Christy –begitu sapaan akrabnya—menyatakan perlu waktu sekitar sebulan trial error racikan legen dengan teh Dilma ini. “Untuk pairingnya saya hadirkan sate usus dengan buah siwalan,” cetusnya.
Keseimbangan Rasa
Agung Prabowo dan Jay Gray yang didapuk jadi juri di gelaran Dilmah Mixology Playoff 2026 sepakat tantangan utama dalam meracik minuman berbasis teh, yakni menjaga keseimbangan rasa.
“Meracik teh dengan bahan lain itu bukan hal mudah. Sangat challenging, karena rasa teh bisa terlalu dominan dan mengalahkan komponen lain, tapi di sisi lain juga bisa terlalu ringan hingga tidak terasa,” tegas Agung.
Kondisi tersebut membuat proses pencampuran membutuhkan ketelitian tinggi serta pemahaman karakter bahan. “Keseimbangan rasa antara teh dengan elemen koktail maupun moktail menjadi kunci utama dalam kompetisi ini,” ucap pendiri Penicilin Bar & Lockdown Bar di Hongkong ini.















