Dr Irwan Dwi Arianto Luncurkan Buku PseudoPower: Soroti Kuasa Semu di Era Algoritma

Dr Irwan Dwi Arianto SSos MIKom
“Padahal pengaruh yang tampak besar itu belum tentu berakar pada legitimasi sosial yang sungguh-sungguh,” tegas Irwan yang juga Kepala Laboratorium Integrated Digital –FISIBPOL UPN ‘Veteran’ Jatim ini.
Dalam kerangka inilah ia menawarkan konsep PseudoPower, yakni kuasa simbolik yang tampak kuat di permukaan digital tetapi rapuh secara substantif. Konsep pseudopower dalam buku ini memang diletakkan pada hubungan antara performa, algoritma, dan keterlihatan digital.
Kekuatan buku ini tidak hanya terletak pada kritik sosialnya, tetapi juga pada fondasi risetnya. Karya tersebut dikembangkan dari disertasi Irwan tentang kontestasi opini followers Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam isu politik masa jabatan presiden ‘3 periode’ di aplikasi X (Twitter).
Penelitian itu menunjukkan bahwa diskursus yang diamplifikasi elite dapat terlihat dominan, tetapi belum tentu diterima publik sebagai kebenaran. Dalam temuan itulah gagasan PseudoPower dirumuskan secara akademik.
Irwan juga menjelaskan bahwa algoritma media sosial ikut membentuk pola komunikasi digital. Pengguna kerap hidup dalam ruang yang mempertemukan mereka hanya dengan pandangan yang serupa.
















