
Herry Purwadi, Plt Kepala Disbudporapar Kota Surabaya. (foto: Diskominfo Kota Surabaya)
Terkait hal ini, Herry menyebutkan, pemkot sebelumnya sudah membuka forum komunikasi dengan para seniman melalui Musyawarah Kebudayaan yang diselenggarakan pada 14 Februari 2026 di Balai Pemuda.
Melalui forum tersebut, ia menjelaskan, pemkot menampung masukan para seniman untuk pengembangan seni dan budaya yang lebih baik di Kota Surabaya.
Herry menambahkan, bahwa pemkot menghargai semua lembaga kesenian yang ada di Kota Surabaya. Pada intinya, lanjut dia, jajaran pemkot membuka diri untuk berkomunikasi dengan para seniman agar ditemukan solusi terbaik ke depannya.
“Kita harus berkomunikasi yang baik, duduk, berdialog sehingga ada solusi yang dapat diberikan. Karena kan tujuannya satu, untuk bersama-sama mengembangkan seni-budaya. Dan itu kan kecintaan bagi seluruh seniman yang ada di Kota Surabaya,” tuturnya.
Herry meyakini, bahwa dinamika itu hadir karena kecintaan seniman terhadap seni budaya dan memajukan seni-budaya di Kota Surabaya.
“Tanpa adanya seniman, pemerintah bukan apa-apa, untuk itu kita harus selalu bergandengan tangan berdiskusi, komunikasi yang baik untuk mewujudkan cita-cita dalam memajukan dan mengembangkan seni-budaya di Kota Surabaya,” pungkasnya. */ap
















