
'Besut Jajah Deso Milangkori' di Dekesda, Jumat (10/4/2026). (foto-foto: dok/IST)
Dipimpin oleh moderator Henri Nurcahyo, narasumber lainnya, Arif Rofiq, menyebut pentingnya peran pemerintah dalam upaya pelestarian dan pengembangan ludruk ini. Tapi Rofiq yakin bahwa tanpa bantuan pemerintah pun seharusnya ludruk bisa hidup.
Rofiq yang berasal dari Desa Plandi Jombang –tempat pelopor ludruk Pak Santik dimakamkan, sangat mengapresiasi Meimura yang disebutnya istikomah dalam berkesenian. Menurutnya, seni itu simbolik, bukan pesan verbal.
“Sayangnya banyak seniman malah tidak yakin dengan pesan-pesan simbolik ini. Maunya serba verbal saja,” tegasnya.
Hal ini senada disampaikan Warmin. Pegiat seni tradisi yang juga dosen STKW Surabaya ini mengatakan, bahwa bukan hanya pesan yang harus disampaikan, tetapi kesan apa yang bisa didapat oleh penonton seusai pertunjukan.
Kecerdasan itu penting, namun kesadaran lebih penting. “Karena itu yang perlu dilestarikan bukan sebatas keseniannya sendiri, melainkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Warmin dalam kesempatan tanya jawab usai diskusi. */ap

















