
Komunitas Seni Rupa Garis Gathuk menggelar pameran 'Monochrome' di Galeri Prabangkara. (foto-foto: dok/IST)
iniSURABAYA.com – Dalam dunia yang terlalu bising dengan distraksi, ‘Monochrome’ hadir untuk mengajak kita masuk ke ruang jeda. Sunyi nan indah. Semangat itulah yang melatari digelarnya pameran bertajuk ‘Monochrome’ di Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur.
Pameran yang dimotori Komunitas Seni Rupa Garis Gathuk itu diikuti 62 seniman dari tujuh kota, yakni Surabaya, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Malang. “Ada pula seniman dari Madura dan Yogyakarta turut gabung dalam pameran ini,” ungkap Ami Tri, Ketua Pameran kepada iniSurabaya.com, Jumat (15/5/2026).
Menurut Ami Tri, sebanyak 65 karya lukis dipajang hingga 20 Mei mendatang. “Pameran ini bukan sekadar menghadirkan karya hitam di atas putih biasa. Ini adalah sebuah pernyataan artistik tentang minimalis yang maksimal,” imbuhnya.
Budi Bi yang dikenal sebagai motor komunitas Garis Gathuk ini menambahkan, pameran ‘Monochrome’ adalah tentang meninggalkan keriuhan warna, mendalami dan mengeksplorasi karya, membiarkan rasa bicara tanpa perlu banyak warna.
Perupa senior Kota Surabaya ini mengaku, meskipun beberapa karya menyisipkan warna senada (tonal), bukan murni Monokrom, hal itu justru mempertegas narasi bahwa emosi pelukis itu punya gradasi.

















