
Menariknya, karakter Arah dan Kala akan dimainkan oleh aktor laki-laki maupun perempuan. Menurut Nuya, pendekatan ini memberi ruang interpretasi yang berbeda sekaligus membuat lebih banyak penonton merasa dekat dengan karakter yang ditampilkan.
Selain menawarkan kisah petualangan yang emosional, pertunjukan ini juga mengajak penonton merenungkan isu-isu yang tengah dihadapi dunia saat ini, mulai dari perubahan iklim hingga keberlanjutan kehidupan manusia.
Dengan visual futuristik dan pesan yang relevan, Musikal Senja Teduh Pelita menjadi pengingat bahwa masa depan bumi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pilihan yang dibuat manusia hari ini. */wid/ap
1 2

















