Inilah Momen Seru Kirab Sedekah Bumi Desa Bedali: Ada Ular Naga dan Kuda Jingkrak Ikut Diarak

Proses pengerjaan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Mulai dari membuat kerangka kuda dari bahan bambu hingga menghiasnya dengan kacang panjang dan bahan lainnya.
Semuanya dikerjakan sendiri oleh intern warga secara bergotong royong.
Untuk mengarak gunungan si Jaka dibutuhkan tenaga 16 pemuda. Dengan dandanan tradisional ala Bali pasukan pembawa gunungan menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer untuk tiba di pendapa desa.
Antusias masyarakat Desa Bedali dalam memeriahkan acara bersih desa dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT berupa perlindungan dan rezeki melimpah.
Setelah semua gunungan dari setiap RW tiba di pendapa desa, selanjutnya dibacakan doa syukur dan keselamatan oleh kyai setempat.
Selesai doa, tanpa menuggu komando lagi, warga langsung berebut isi gunungan.
Semua hasil bumi yang sebelumnya ditata rapi pada gunungan habis dijadikan rebutan oleh warga. Adegan rebutan tersebut lazim disebut ‘jabutan’, karena warga mencabut barang-barang yang ditancapkan pada gunungan.
“Makna simbolisnya adalah untuk ngalap berkah hasil bumi yang sudah bacakan doa,” ungkap Andri.
Kemeriahan jabutan pagi itu menjadi puncak acara Sedekah Bumi Desa Bedali tahun 2026 yang digelar tepat pada 4 Sura atau 4 Muharram 1448H. */ana/ap

















