Mangrove Eco Run 3.0 Dibuka, Pemkot Surabaya Siapkan Trail Run Perdana untuk 2.000 Peserta

“Keamanan peserta adalah prioritas utama kami. Uji coba lintasan ini juga menjadi simulasi awal untuk memetakan berbagai evaluasi teknis sebelum pelaksanaan pada 26 Juli nanti,” ujar Syamsul.
Ia menambahkan, Mangrove Eco Run tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga dirancang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Selama rangkaian acara pada 25–26 Juli 2026, Pemkot Surabaya akan melibatkan pelaku UMKM di sekitar Gunung Anyar untuk mengisi stan kuliner dan kerajinan, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan parkir dan transportasi oleh warga setempat.
“Rangkaian peringatan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove juga akan diisi peluncuran KRM Living Hub dan Festival Riset,” imbuhnya.
Melalui program tersebut, hasil penelitian di bidang mangrove akan diarahkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari inovasi kapal mangrove ramah lingkungan, bahan pangan, sirup, batik, hingga kosmetik berbasis mangrove yang memiliki nilai ekonomi.
Syamsul juga menegaskan seluruh kegiatan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Selain dikenal sebagai kawasan penyerap karbon (carbon sink), Kebun Raya Mangrove akan menjadi lokasi penanaman bibit mangrove sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengimbangi aktivitas ribuan peserta yang mengikuti ajang tersebut.
















