
Sistem Perlinsos digital ini langsung terkoneksi dengan berbagai basis data penting, mulai dari Data Sasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)/Desil, Korlantas Polri, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga data PLN.
Hingga saat ini, Dinsos Surabaya mencatat baru sekitar 300 hingga 400 data warga yang masuk dalam sistem uji coba ini. Proses input data terus dievaluasi setiap hari bersama kementerian terkait untuk memetakan kendala teknis pada aplikasi sebelum diluncurkan secara massal.
“Basis utama untuk mengakses aplikasi Perlinsos Digital ini adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD). Karena itu, para agen di lapangan memiliki tugas ganda, yaitu membantu warga mengaktivasi IKD sekaligus mendaftarkan mereka ke dalam sistem Perlinsos,” pungkasnya. */ana/ap
















