
Dalam hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya telah menyiapkan lebih dari 12.000 agen yang dilatih khusus untuk mendampingi warga dalam mengakses sistem baru berbasis kecerdasan buatan ini.
Antiek Sugiharti, Kepala Dinsos Kota Surabaya mengungkapkan bahwa Kota Pahlawan menjadi salah satu daerah piloting perluasan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat. Sebelum menyasar Kelurahan Pakis, uji coba awal dan Bimbingan Teknis (Bimtek) sukses dilaksanakan di Kelurahan Ketabang dan Kelurahan Genteng, dan kini mulai dikembangkan ke wilayah Kecamatan Sawahan.
“Aplikasi ini terus kita uji setiap hari,” ucap Antiek saat mendampingi kunjungan jurnalis Program Digitalisasi Perlinsos di Kelurahan Pakis.
Melalui kolaborasi ini, lanjut Antiek, warga bisa mendaftar secara mandiri bagi yang sudah memiliki ponsel yang sesuai. “Bagi yang tidak memiliki perangkat, di sinilah peran agen yang kami siapkan untuk membantu masyarakat di lapangan,” urainya.
Antiek menyatakan, keunggulan utama dari integrasi data nasional ini adalah kemampuannya dalam memverifikasi kelayakan secara instan dan objektif, menggantikan metode survei manual yang memakan waktu lama.
















