
Arieyoko (kiri) bersama Abdul Halim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos RI. (foto-foto: dok)
Api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan beserta isinya. Berbagai barang berharga dan perlengkapan pribadi tidak sempat diselamatkan, mulai dari telepon genggam, laptop, televisi, kulkas, pakaian, ijazah, hingga berbagai dokumen penting.
Peristiwa itu menjadi pukulan berat bagi Arieyoko. Di usia senjanya, ia harus menyaksikan hasil jerih payah yang dikumpulkan selama bertahun-tahun lenyap dalam satu malam.
“Saya dimiskinkan Tuhan,” ucapnya lirih saat mengenang peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Arieyoko juga telah menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro yang diserahkan pada Senin (15/6/2026).
Meski belum mampu menggantikan seluruh kehilangan yang dialaminya, berbagai bantuan tersebut setidaknya menjadi secercah harapan bagi Arieyoko untuk kembali menata hidup dan memulai lembaran baru setelah musibah yang mengubah hidupnya. */ana/ap

















