
Saidatul Ma’munah, Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya mengatakan, konsep imersif sengaja dihadirkan agar museum semakin relevan dan menarik bagi generasi muda.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Jadi tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga terlibat secara langsung dalam perjalanan cerita yang kami bangun melalui tema Pertiwi,” katanya.
Saida berharap, pesan yang ingin disampaikan bisa lebih mengena dan mudah dipahami masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Selain pameran imersif, Cross Musea Pertiwi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti Diskusi Publik bertajuk ‘Aku dan Pertiwi’, pertunjukan live music, serta kuis berhadiah yang dapat diikuti pengunjung selama pelaksanaan kegiatan.
Berbagai area interaktif juga disiapkan di dalam museum, mulai dari spot foto tematik hingga aktivitas digital yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan materi pameran. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya revitalisasi museum agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi edukatifnya.
















